By
ROZI ZAMRONI

MOONWALK DANCE by ROZI ZAMRONI


BILLIE JEAN by ROZI ZAMRONI LIVE


SMOOTH CRIMINAL by ROZI ZAMRONI


DANGEROUS DANCE by ROZI ZAMRONI



Thursday, May 10, 2012

Beautiful World Cyber Video by Rozi Zamroni








PERANG CYBER

Perang Dunia pertama dan kedua memang sudah berakhir, namun banyak orang memprediksikan bahwa perang akan terus berlanjut, hanya saja perang kali ini tidak mengharuskan seorang prajurit untuk membawa senjata dan juga mengendari tank-tank tempur dan juga pesawat penghancur melainkan sebuah perang yang memanfaatkan kecanggihan teknologi khususnya teknologi internet. Diperkirakan dimasa mendatang, semua infrastruktur terhubung dengan jaringan internet bahkan untuk infrastruktur stategis. Dalam film Die Hard yang terakhir saja digambakan bagaimana seorang hacker mampu mengendalikan lampu lalulintas hingga membuat kekacauan dijalan, membajak jaringan stasion televisi hingga bisa melakukan siaran dari manapun hingga masuk kedalam jaringan vital seperti pusat komando militer hingga jaringan rahasia sebuah Negara.


Perang cyber akan terjadi oleh banyak hal, bisa dari perseteruan nyata yang terjadi dunia nyata dan berujung pada saling serang didunia maya yang kemudian perang seperti ini disebut sebagai perang cyber atau cyberwar. Masih ingat dalam benak kita beberapa waktu yang lalu ketika terjadi ketegangan antara Indonesia dan Malaysia sehingga terjadi saling serang di dunia maya dengan melakukan deface terhadap kedua belah pihak, situs situs pemerintahan Malaysia kontan menjadi bulan-bulanan komunitas underground Indonesia, pun sebaliknya ada situs milik Indonesia yang menjadi korban deface orang Malaysia.


Hal lain yang dapat menyebabkan perang cyber adalah rasa ketidakpuasan, rasa kebencian suatu komunitas di Negara tertentu terhadap suatu kebijakan Negara lain. Komunitas underground Indonesia pernah melakukan deface besar-besaran kepada situs-situs milik Israel sebagai bentuk perlawanan terhadap keputusan Israel untuk menyerang Negara Arab. Baru-baru , Perdana Menteri Israel Binyamin Netanyahu mengumumkan berdirinya badan publik untuk menghadapi kemungkinan Cyberwar yang dilancarkan oleh hacker Arab terhadap Israel yang bertujuan untuk menonaktifkan fasilitas strategis yang dimiliki Israel.


Netanyahu menyebutkan bahwa serangan terhadap jaringan pengendalian fasilitas strategis benar-benar bisa melumpuhkan Israel, menekankan bahwa bahaya ini bisa mengancam Israel secara serius di masa depan.


Netanyahu memperingatkan bahwa serangan tersebut dapat mempengaruhi listrik, air, komunikasi, kartu kredit dan sektor transportasi, mengatakan bahwa semua sektor penting di Israel telah terkomputerisasi, yang menempatkan mereka pada risiko


Situs Wikileaks yang ramai beberapa waktu yang lalu yang melakukan blowup besar-besaran tentang rahasia dari berbagai Negara ternyata didukung oleh hacker-hacker yang siap melakukan perang cyber. Hacker-hacker anonimus pendukung Wikileaks bergerilya di dunia maya menyerang pihak-pihak yang menghalau kerja Wikileaks. Mereka yang diancam oleh hacker antara lain situs Paypal, Visa, Mastercard, bank Swiss, bahkan situs jejaring sosial twitter. Hacker yang mendeklarasikan perang cyber ini menjuluki dirinya "hacktivists".


Akhir-akhir ini, Pejabat Iran melaporkan bahwa negaranya diserang oleh worm baru yang dijuluki Stars. Serangan cyber ini diumumkan oleh Gholam Reza Jalali, direktur di lembaga Passive Defense Organization di Iran dan dinilai didalangi oleh para musuh Iran. Stars sendiri adalah virus kedua yang menyerang negara Iran, setelah Stuxnet yang menghantam negara itu pada bulan September. Stuxnet konon dirancang khusus untuk mengobrak abrik fasilitas nuklir di negara tersebut.


Unjuk kekuatan ternyata tidak hanya terjadi pada perang-perang real, pada dunia cyber juga banyak Negara yang melakukan unjuk kekuatan dengan melakukan penyerangan kepada Negara lain, semisal China yang disebuat Amerika serikat sering melakukan serangan-serangan ke jaringan rahasia amerika.


Biasanya Perang Cyber selalu dijadikan media bertempur juga saat terjadi invasi satu negera ke Negara lain, kemampuan cyber digunakan untuk melemahkan musuh dari sisi teknologi sehingga memungkinkan untuk melumpuhkan, mencuri strategi bahkan mengendalikan infrastruktur perang yang terhubung dengan jaringan komputer, akan lebih luar biasa lagi apabila sampai dapat menguasai jaringan satelit yang merupakan pusat dari jaringan, selain itu Perang Cyber juga bisa berjalan dengan sendirinya tanpa ada kontak fisik antara kedua belah pihak yang berperang, biasanya perang ini ditandai dengan saling berkirim worm, virus hingga melakukan serangan-serangan langsung kepada jaringan penting.

Thursday, March 8, 2012

J-Rocks Band


J-Rocks adalah band dari Jakarta yang berdiri pada 9 November 2003 dengan personel Iman (vokal, gitar), Sony (gitar), Wima (bass), dan Anton (drum). Aliran band ini adalah Japanese pop/rock. Awalnya band ini bernama J-Rockstars. Penambahan huruf "J" di depan kata Rockstar adalah dengan alasan J bisa berarti Jepang (karena mereka memainkan Japanese pop/rock music), Jakarta karena mereka berasal dari Jakarta, serta 'Jujur' yaitu memainkan musik yang benar-bener mereka sukai. Nama J-Rockstars akhirnya disingkat menjadi J-Rocks, dan nama J-Rockstars menjadi istilah untuk penggemar J-Rocks (biasa disingkat JRS). Sejak tahun 2008, J-Rocks mulai mengenakam kostum batik dengan desain modern namum tetap dengan dandanan ala Harajuku, dan mempromosikan batik kepada kawula muda.



Awal 2004, J-Rocks menjuarai festival musik Nescafe Get Started 2004 yang disponsori oleh Nescafe, Trans TV, dan Aquarius Musikindo. Masing-masing personel meraih best vocalist, best guitarist, best bassist, dan best drummer. Mereka berhasil menjuarai festival tersebut dan berkesempatan membuat album kompilasi Nescafe Get Started yang merupakan awal bentuk kerjasama mereka dengan Aquarius Musikindo. Mereka akhirnya berhasil meluncurkan album perdana nya yang bertajuk "Topeng Sahabat" dengan label Aquarius pada pertengahan tahun 2005 dan mengisi dua lagu di album OST Dealova yaitu "Serba Salah" dan "Into The Silent". Band ini semakin dikenal sejak munculnya album kedua Spirit, J-Rocks memainkan bermacam-macam beat dan aliran musik seperti Rock'n Roll (Juwita Hati), Waltz / Victorian (Tersesal), Symphonic Metal (Aku Harus Bisa), blues, klasik, dan lain sebagainya. Pada lagu berjudul "Kau Curi Lagi" mereka berkolaborasi gitaris wanita, Prisa Rianzi dan pada lagu "Juwita Hati" mereka membuat video klip di Jepang yang digarap oleh Hedy Suryawan. Shalvynne Chang, Sato & Boppy berperan sebagai fans yang mengejar idolanya sampai ke Jepang . Tidak tanggung-tanggung, beberapa kawasan di Jepang termasuk Shibuya & Harajuku dijadikan lokasi syuting Video Clip. Konsep yang menarik membuat Video Klip ini populer di Indonesia. [sunting]Rekaman di Studio Legendaris Abbey Road


J-Rocks di Abbey Road Studio
J-Rocks mengukir sejarah sebagai band Indonesia pertama yang rekaman di studio legendaris Abbey Road, di Inggris. Proses rekaman dan mixing lagu-lagu terbaru mereka dilakukan selama lima hari dari tanggal 12 sampai 16 Oktober 2008. Di studio Abbey Road mereka ditangani oleh Chris Butler, seorang sound engineer ternama. Proses rekaman untuk ketiga lagu J-Rocks hanya membutuhkan waktu selama dua hari. Di hari ke-3, Christ melakukan proses final mixing untuk lagu-lagu itu. Sambil menunggu, J-Rocks membuat video clip untuk lagu Falling in Love dan berfoto di zebra cross legendaris Abbey Road dengan mengenakan batik yang sudah mereka persiapkan dari Jakarta. Hasilnya J-Rocks merilis album ke-3, berupa mini album bertajuk "Road to Abbey", dengan cover bergambar J-Rocks menyebrangi zebracross Abbey Road ala The Beatles. Berisi 4 lagu dan 1 instrumental. Kesempatan berharga ini diperoleh J-Rocks karena memenangkan ajang "A Mild Live Soundrenaline 2008". J-Rocks terpilih sebagai band terbaik di ajang tersebut karena mampu tampil sesuai dengan tema "Free Your Voice" dan berhasil membawa topik "Save Our Music and Culture". Rekaman di Abbey Road Studios diharapkan bisa menjadi pintu gerbang go internasional.